Pengalaman Kuliah di Jerman

Salah satu kerabat LAE, ingin menceritakan pengalamannnya kuliah di Jerman serta bagaimana caranya ia bisa berkuliah disana. Yuk simak ceritanya dibawah ini!

Halo nama saya Mario, saya warga negara Indonesia yang sekarang sedang persiapan studi di Jerman. Disini saya akan meliput kegiatan sehari hari saya untuk membantu teman teman yang ingin studi di Jerman mengerti kehidupan sehari hari di Jerman sebagai seorang mahasiswa.

Jadi pagi ini, hal yang pertama kali saya lakukan adalah membuka jendela agar udara segar bisa masuk. Kebutuhan paling penting bagi kita orang asia yang berada di eropa dengan cuaca yang dingin ini adalah Heizung atau system pemanas ruangan, system pemanas disini menggunakan sumber energinya dari gas, listrik atau minyak.

Walaupun cuaca disini bagus saya tetap memakai baju 4 lapis, juga di dalem celana pun saya memakai sekarang long john celana special yang digunakan untuk menghangatkan bagian kaki. Karna bagian yang paling penting di musim dingin ini adalah bagian kaki, di leher saya juga memakai syal, untuk menahan angin dingin dari luar.

Sebelum pergi ke kampus seperti biasa saya membuang sampah terlebih dahulu, tempat sampah disini terpisah berdasarkan tipe. Setelah itu saya berangkat ke kampus menggunakan bus.
Di kampus saya setiap semester dengan kartu mahasiswa saya juga bisa mendapatkan transportasi umum dan fasilitas perpustakaan gratis dengan pengecualian kereta cepat.

Untuk proses studi sendiri di jerman, terutama yang berasal dari luar negara yaitu memang semua nya harus melewati kursus Bahasa terlebih dahulu dan setelah mendapat Bahasa yang cukup calon mahasiswa harus melakukan penyetaraan nilai, supaya sesuai dengan nilai dari mahasiswa di Jerman. Tapi untuk mahasiswa dari Indonesia dianggap bahwa nilai SMA di Indonesia belum cukup untuk di setarakan dengan SMA Jerman secara langsung.

Jadi harus melakukan proses studi lebih lanjut yaitu studienkolleg, untuk saya sendiri memang tidak akan melakukan proses studienkolleg. Saya melakukan kursus Bahasa untuk mencukupi Bahasa lalu saya bisa langsung lanjut universitas disini itu karna saya sebenarnya bukan lulusan SMA di Indonesia tapi saya dulu SMA di Filipina Manilia karna saya lulus dari sekolah Jerman di Manila, sekolah dimana Jerman juga di pelajari. Saya lulus dengan internasional baccalaureate diploma yang merupakan sertifikat lulusan SMA yang bersifat internasional.

Jadi kenapa sebenernya saya mau belajar ke Jerman, belajar sebagai seorang mahasiswa di Jerman itu sangat di tunjang dan sebenarnya lumayan mudah. jadi pemerintah disini luar biasa menunjang mahasiswanya. Selain biaya kuliah sendiri disini dibandingan kuliah misalnya di luar negeri yang lain seperti Inggris atau Amerika biaya kuliah di jerman itu sangat rendah dan juga sangat bisa dijangkau.

Memang kalau temen temen pertama kali datang ke jerman merasa seperti orang asing yang mungkin penerimaannya kurang hangat, mungkin pertamanya susah tapi sebenernya disini mereka tuh luar biasa hangat. Memang pembawaan mereka, komunikasi mereka berbeda. Cara yang gampang bagi kita adalah kita mencari inisiatif untuk bisa berintegrasi dengan masyarakat mereka.

Untuk biaya hidup di jerman memang disini untuk ongkos hidup lumayan tinggi, uang saya sendiri hampir habis selalu untuk 2 hal yaitu tempat tinggal dan juga makanan, tempat tinggal susah di cari dan karna susah di cari supply nya low jadi ujung ujugnya harganya naik. Harga berkisar kalau dari universitas asrama ya sekitar 200-300 euro perbulan,tapi kalo untuk yang seperti saya apartemen sendiri itu bisa 300-400 euro bahkan bisa lebih naik lagi tergantung letaknya dan fasilitas yang disediakan.
Sekarang kuliah saya sudah selesai, sekarang sudah waktunya pulang sudah agak sore. Nah karna sudah mulai malem, untuk hari ini sekian dulu ya teman teman.

Nah itu dia pengalaman dari salah satu kerabat LAE. Tunggu cerita cerita menarik lainnya ya!

Leave a Reply