KEHIDUPAN SELAMA STUDI DI JERMAN DENGAN KEBERAGAMAN DI JALUR YANG BAIK

Salam Sahabat Lembaga Alumni Eropa, Terkadang kalian perlu melihat kembali bagaimana keberagaman bisa memperkaya kehidupan kalian. Artikel ini membahas pentingnya diversitas dalam diskusi publik di Jerman dan menyoroti dasar hukum yang mendukung masyarakat yang beragam serta di mana Kalian bisa mencari bantuan jika diperlukan.

Dalam hukum di negara Jerman, keberagaman memiliki dasar yang kokoh. Pasal 3 dari Konstitusi Jerman menyatakan bahwa “Tidak seorang pun boleh didiskriminasi atau diberi perlakuan khusus karena jenis kelamin, keturunan, ras, bahasa, tempat asal, keyakinan, atau pandangan politiknya. Tidak seorang pun boleh didiskriminasi karena kecacatannya.” Dengan demikian, keberagaman diatur oleh hukum. Pada tahun 2006, prinsip ini diperluas dalam Undang-Undang Perlakuan Sama Umum (AGG): Identitas seksual kini juga disebutkan sebagai dasar diskriminasi. Menurut AGG, diskriminasi sekarang harus “dicegah atau dihilangkan”.

Komunitas mahasiswa sangat besar dan beragam, serta mempraktikkan sikap terbuka.

Pengalaman mahasiswa menunjukkan bahwa di kampus dan di kota-kota perguruan tinggi Jerman, keberagaman sering kali sudah menjadi kenyataan yang dijalani.
Contoh Romeo berasal dari Italia, dia sedang belajar Bahasa Inggris di Köln dan menghargai atmosfer liberalnya: “Di sini di Köln, Romeo merasa bebas melakukan apa pun yang inginkan. Komunitas mahasiswa sangat besar dan beragam, dan sikap terbuka sudah menjadi kebiasaan.”
Lily, yang berasal dari Armenia dan aktif dalam komunitas asing, mengatakan: “Baginya, Jerman adalah salah satu negara Eropa dengan toleransi tertinggi terhadap orang dari negara luar jerman.”
Juga, Edward, yang datang dari Nigeria untuk belajar di Jerman, senang dengan keterbukaan di sini: “dia senang bertemu dengan orang-orang dari budaya lain, dan di Jerman hal itu berjalan dengan baik.”

Bagaimana dengan akses untuk penyandang disabilitas / orang dengan kebutuhan khusus?
Memang, negara lain lebih maju dalam hal ini dari pada Jerman. Di Inggris dan Amerika Serikat, misalnya, sudah menjadi undang-undang bahwa orang-orang dengan disabilitas harus memiliki akses yang sama ke gedung dan layanan seperti orang-orang tanpa disabilitas. Namun, hal ini belum terjadi di Jerman, meskipun aktivis terkenal seperti Raul Krauthausen atau Laura Gehlhaar telah memperjuangkannya selama bertahun-tahun.

Meskipun demikian, ada dasar hukum di Jerman seperti Undang-Undang Kerangka Kerja Pendidikan Tinggi, undang-undang pendidikan tinggi negara, dan Konvensi Hak-hak Penyandang Disabilitas PBB, yang menentukan kepada perguruan tinggi langkah-langkah apa yang harus mereka ambil untuk menjadi lebih inklusif. Ini termasuk tidak hanya tangga dan lift yang memungkinkan akses ke gedung, tetapi juga menyediakan penerjemah baik dalam acara maupun dalam sesi konseling, misalnya, tentang masalah seperti layanan beasiswa.

Di sini, ada dukungan dan konseling.
Mereka yang mencari bantuan atau konseling karena diskriminasi biasanya dapat menemukannya langsung di perguruan tinggi. Badan bantuan bagi mahasiswa atau rekan-rekan di AStA adalah tempat yang baik untuk memulai, hampir setiap perguruan tinggi di Jerman juga memiliki pusat antidiskriminasi. Lebih baik tanyakan kepada kantor internasional atau sekretariat mahasiswa untuk nama kontak dan informasi kontak yang relevan.

Kamu akan melihat bahwa tidak begitu sulit untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari di Jerman. Selain layanan konseling di universitas, ada banyak pusat konseling lainnya. Kamu bisa menghubungi mereka setiap kali memiliki pertanyaan atau jika mengalami pengalaman diskriminasi.

Kontak pertama biasanya bisa dilakukan secara anonim. Jika kamu ingin membuat laporan polisi dalam kasus serius, kamu bisa langsung menghubungi kantor polisi terdekat atau meminta bantuan dari salah satu pusat konseling. Sebab, seperti yang dijelaskan sebelumnya: Di Jerman, ada undang-undang melawan diskriminasi.

Sahabat Lembaga Alumni Eropa, kehidupan kalian selama menjalani studi di perguruan tinggi negeri Jerman sangat banyak mengalami hal yang berbeda dengan di tanah air. Misalkan di kampus kalian akan bersama-sama dengan mahasiswa asing lainnya untuk menyelesaikan sesuatu proyek, dan dengan ini pula kalian harus cepat dapat beradaptasi karena mereka semua akan memiliki karakter yang berbeda-beda. Disini kalian akan belajar banyak bahasa asing selain bahasa Jerman, kebiasaan, karakter, perilaku dan budaya. Ragam makanannya pun kalian akan mengenalnya dengan cara beradaptasi dan saling toleransi yang tinggi. Persiapan hal tersebut diatas dapat kalian peroleh selama berada di Lembaga Alumni Eropa, karena para pendidik nya sudah banyak pengalaman tinggal di Jerman. Salam sehat, terus belajar dan terus berdoa agar tercapai impian kalian menjadi Alumni dari salah satu perguruan tinggi negeri Jerman kelak di kemudian hari.

Leave a Reply