Betapa Murahnya Kuliah Geologi di Jerman, Simak Uraiannya

Kuliah Geologi, Pertambangan dan Perminyakan di Technische Universität Bergakademie Freiberg, Germany hanya 84 Euro saja per semester atau hanya Rp 1.394.400 rupiah saja per semesternya!! (kurs euro =16.600)

Kok bisa? biaya kuliah murah ini bisa terjadi karena pemerintah Jerman mensubsidi penuh seluruh biaya studi bagi setiap mahasiswanya.

Mari kita cek bersama kebenaran informasi ini.
Silahkan masuk ke website resmi dari Technische Universität Bergakademie Freiberg, Germany.
Universitas Negeri Jerman ini telah berdiri sejak 1765 di kota Freiberg, Jerman. Universitas ini mengkhususkan diri dalam pengembangan jurusan jurusan studi yang berhubungan erat dengan Geologi, pertambangan dan perminyakan.
Jika kita masuk ke http://tu-freiberg.de/international/kosten maka kita akan mendapatkan tampilan dari rincian biaya kuliah bagi setiap mahasiswa yang berkuliah di TU Bergakademie Freiberg.

Dalam tampilan aslinya berbahasa Jerman, akan terlihat seperti ini

Mari sekarang kita bahas satu persatu komponen biaya apa saja sih yang diperlukan untuk bisa kuliah dan hidup di TU Bergakademie Freiberg.

Komponen pertama adalah: „Semesterbeitrag in Höhe von derzeit 84 € pro Semester“ atau jika diterjemahkan adalah dana kontribusi mahasiswa setiap semester sebesar 84 € (atau Rp 1.394.400 rupiah dengan Kurs 1 euro = Rp 16.600). Tidaklah tepat jika sebagian orang mengartikan „Semesterbeitrag“ ini sebagai uang kuliah atau tuition fee. Hal ini dikarenakan tidak ada sama sekali komponen biaya kuliah yang ada dalam rincian detail angka 84 Euro tersebut.

Mari kita lihat rincian nya dalam laman TU Bergakademie Freiberg di bawah ini:

Dari total dana sebesar 84 Euro tersebut, 77 Euro adalah dana yg diperuntukkan bagi kepentingan kegiatan sosial kampus (Sozialbeiträge) seperti subsidi makanan dan minuman di kantin mahasiswa. Sedangkan sisanya sebesar 7 Euro digunakan sebagaian kontribusi aktifitas senat mahasiswa dan kegiatan olah raga dan kebudayaan. Sehingga tidak ada sama sekali alokasi dana ini untuk biaya studi. Inilah yang menjadi alasan mengapa Tidaklah tepat jika sebagian orang mengartikan „Semesterbeitrag“ ini sebagai uang kuliah atau tuition fee.

Komponen kedua, „Lebenshaltungskosten (Wohnung, Essen, Kleidung, Bücher, usw.) von durchschnittlich 550 bis 600 Euro“. Lebenshaltungskosten diterjemahkan sebagai „Biaya Hidup“. Yang termasuk dalam komponen biaya hidup adalah: tempat tinggal, makan/minum, pakaian, buku dan alat tulis yang per bulannya berkisar antara 550 sampai dengan 600 euro, atau setara dengan +/- Rp 9.130.000 perbulan.

Komponen ketiga, „Kosten für eine (gesetzliche) Krankenversicherung von circa 90 Euro“. Atau biaya untuk premi all-in Asuransi kesehatan sebesar 90 Euro/bulan (+/- 1.494.000 rupiah / Bulan)

Komponen keempat, „Rundfunkbeitrag von 17,50 Euro/Monat“ atau iuran radio dan televisi sebesar +/- Rp 290.500

Komponen Kelima, „Kosten für mobile Telefonie und mobiles Internet: ab 15 Euro/Monat“ atau biaya telekomunikasi dan internet 24-hours un-limited quote sebesar +/- Rp 249.000 / bulan.

Jika masa studi dari jurusan perminyakan/geologi ini adalah 4 tahun, maka dapat disimpulkan, diperlukan biaya total sebesar:

  • Biaya kontribusi mahasiswa sebesar 84 euro x 8 Semester = 672 Euro (Rp 11.155.200). coba bayangkan … adakah kuliah di luar negeri S1 hingga lulus dengan qualitas pendidikan yang sangat baik selama 4 tahun dengan biaya hanya Rp 11 juta saja???
  • Biaya hidup sebesar Rp 9.130.000 x 48 Bulan = Rp 438.240.000
  • Biaya asuransi kesehatan 90 euro x 48 bulan = Rp 71.712.000
  • Biaya iuran radio dan TV 17.50 euro x 48 bulan = Rp 13.944.000
  • Biaya internet dan telekomunikasi 15 euro x 48 bulan = Rp 11.952.000
  • Biaya transportasi 0 euro. Freiberg adalah sebuah kota kecil di dekat perbatasan Cekoslovakia yang mana setiap sudut kotanya dapat dicapai dengan menggunakan sepeda.

Total : Rp 547.003.000

Setiap mahasiswa di sebuah PTN Jerman diperbolehkan untuk bekerja di seluruh area kerja yang ada di Jerman. Mereka bisa bekerja pada sector informal maupun formal dgn jam kerja yang bervariasi antara 10 sampai dengan masimal 30 jam kerja per minggu nya. Dengan bekerja, seorang mahasiswa di Jerman bisa berpenghasilan antara 600 sampai 1500 euro perbulan nya, tergantung di mana dia bekerja dan apa bentuk pekerjaan nya.

Jika kita asumsikan bahwa dari hasil bekerja dia mendapatkan income per bulannya sebesar 600 euro, maka angka ini bisa di gunakan sebagai komponen pengurang terhadap biaya total diatas.

Jika biaya total yang diperlukan adalah Rp 547.003.000, namun kemudian si mahasiswa bekerja dengan income 600 euro perbulan, maka terdapat pengurangan biaya sebesar 600 euro x 48 Bulan = Rp478.080.000. sehingga biaya total menjadi Rp 547.003.000 – Rp478.080.000 = Rp68.923.000. sekali lagi… adakah kuliah di luar negeri selain di Jerman sampai lulus S1 dengan kualitas pendidikan yang sangat bagus dengan biaya hanya +/- 68 juta saja??

Sekarang mari kita bandingkan biaya kuliah di Jerman dengan biaya kuliah tehnik di Universitas Indonesia (UI).

Berdasarkan data dari web universitas Indonesia berikut ini http://www.ui.ac.id/wp-content/uploads/dlm_uploads/2018/04/FT-SK-007-Tahun-2018.pdf dapat dilihat bahwa biaya pendidikan untuk 2018 – 2019 adalah Rp 20.000.000. dan biaya administrasi sebesar Rp 20.000.000

Jika kita samakan komponen biayanya seperti diatas, maka kita akan dapatkan

  • Biaya pendidikan sebesar 20.000.000 euro x 8 Semester = Rp 160.000.000. lalu ditambahkan lagi dengan biaya administrasi sebesar Rp 20.000.000 menjadi Rp 180.000.000
  • Biaya hidup sebesar:
    • Rp 2.000.000 x 48 Bulan = Rp 96.000.000 (tempat tinggal)
    • Rp 1.500.000 x 48 bulan = Rp 72.000.000 (Makan & Minum)
  • Biaya asuransi kesehatan tidak termasuk. Sehingga biaya kesehatan ini sangat mungkin akan tinggi sekali jika si mahasiswa sakit dan perlu di rawat.
  • Biaya iuran radio dan TV tidak termasuk.
  • Biaya internet dan telekomunikasi 24 hours dengan un-limited quote +/- Rp 500.000 x 48 bulan = Rp24.000.000
  • Biaya Transportasi sangat bergantung dari lokasi dan jarak kampus dengan tempat tinggal. Bagi yang tinggal jauh mungkin memerlukan biaya transportasi antara 300.000 sd 500.000 untuk bensin per minggu atau 2 juta sebulan

Total : Rp 420.000.000 (tidak termasuk biaya perawatan kesehatan)

Sangat jarang sekali seorang mahasiswa di sebuah PTN di Indonesia dapat menjalani studi nya sambil bekerja. Hal ini sangat jauh berbeda kondisi nya dengan mahasiswa Jerman yang hampir setiap dari mereka pasti bekerja. Seandainya ada mahasiswa di PTN Indonesia yang bekerja, maka jumlahnya pun sangat sedikit, dan selain itu income yang dia peroleh dari hasil kerjanya, tidak akan pernah mungkin cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kuliah nya. Sehingga dengan demikian tidak ada factor pengurang dari biaya Rp 420.000.000 tersebut. Bahkan biaya ini bisa membengkak berkali kali lipat jika ternyata si mahasiswa jatuh sakit hingga perlu perawatan di rumah sakit.

Demikian sekilas pembahasan terkait rendah nya biaya studi di salah satu Universitas terbaik di Jerman dan perbandingannya dengan biaya kuliah di salah satu PTN unggulan di Indonesia. Semoga para pembaca dapat dengan cerdas mencermati semua informasi dalam tulisan ini.

Penulis adalah Alumni TU Berlin tahun 2003. Pada fakultas Verkehrs- und Maschinensysteme jurusan Global Produktion Engineering, dan sejak 2012 telah membimbing hampir 97 mahasiswa Indonesia untuk meneruskan studinya di seluruh PTN Jerman

Leave a Reply

Close Menu