Ternyata Kuliah Molekulare Biotechnologie (B.Sc) di RWTH Aachen Jerman, Gratis!

Tahukah Anda Bahwa Kuliah Molekulare Biotechnologie (B.Sc) di RWTH Aachen, Germany ternyata tidak berbiaya sama sekali alias 0 Euro saja per semester!!!

Kok bisa? biaya kuliah murah ini bisa terjadi karena pemerintah Jerman mensubsidi penuh seluruh biaya studi bagi setiap mahasiswanya.

Mari kita cek bersama kebenaran informasi ini.

Jika pada tulisan sebelum nya, kami membahas biaya kuliah di kota Freiberg, sebuah kota kecil dibekas Jerman Timur yang terletak tidak jauh dari kota Dresden, nah sekarang kami akan mencoba untuk mengulas tema yang sama namun untuk kota Aachen, sebuah kota menengah dibekas Jerman barat berbatasan dengan Belgia.

Silahkan masuk ke website resmi dari Rheinisch-Westfälisch Technische Hochschule Aachen, http://www.rwth-aachen.de/cms/root/Studium/Vor-dem-Studium/Internationale-Studierende/Organisation-des-Studienaufenthaltes/~bqmn/Internationale-Studierende/ . maka kita akan mendapatkan tampilan aslinya berbahasa Jerman, akan terlihat seperti ini

Komponen pertama, „Miete für Zimmer oder Wohnung“ (biaya sewa kamar atau apartment) sebesar 250 Euro per bulan atau +/- Rp 4.150.000 per bulan (kurs 1 Euro = Rp Rp 16.600)

Komponen kedua, „Ausgaben des täglichen Lebens (makan, minum dll) sebesar 350 Euro atau sekitar +/- Rp 5.810.000 perbulan.

Komponen ketiga, „Krankenversicherung“. Atau biaya untuk premi all-in Asuransi kesehatan sebesar 80 Euro/bulan (+/- Rp1.328.000 rupiah / Bulan)

Komponen keempat adalah: „Studierendenschafts- und Sozialbeiträge“ atau iuran senat mahasiswa dan kontribusi sosial sebesar 42 Euro per bulan atau +/- Rp 697.200/bln.

Komponen Kelima, „Bücher und andere Materialien“ atau biaya untuk keperluan alat tulis dan buku yang besarnya sangat bervariasi tergantung dengan jurusan studi yang dijalani. Namun jika dirata rata, maka besarannya sekitar +/- 70 euro atau +/- Rp 1.162.000/bln

Jika masa studi rata rata dari jurusan studi di RWTH Aachen adalah 3,5 tahun atau 7 semester, maka, total keseluruhan biaya dari kelima komponen diatas adalah sebesar:

  • Biaya sewa apartment Rp 4.150.000 x 42 bulan = +/-Rp 174.300.000.
  • Biaya hidup sebesar Rp 5.810.000 x 42 Bulan = +/-Rp 244.020.000
  • Biaya asuransi kesehatan +/- Rp1.328.000 x 42 bulan = +/-Rp 55.776.000
  • Biaya iuran senat mahasiswa dan kontribusi sosial +/-Rp 697.200 x 42 bulan= +/Rp29.282.400
  • Biaya keperluan alat tulis dan buku +/- Rp 1.162.000/bln x 42 = +/-Rp 48.804.000

Total : Rp 552.182.000

Namun nanti dulu, jangan keburu kaget !!! Sama hal nya dengan mahasiswa di Freiberg, Setiap mahasiswa di sebuah PTN Jerman diperbolehkan atau bahkan diharuskan untuk bekerja di seluruh area kerja yang ada di Jerman. Mereka bisa bekerja pada sector informal maupun formal dgn jam kerja yang bervariasi antara 10 sampai dengan masimal 30 jam kerja per minggu nya. Dengan bekerja, seorang mahasiswa di Jerman bisa berpenghasilan antara 600 sampai 1500 euro perbulan nya, tergantung di mana dia bekerja dan apa bentuk pekerjaan nya.

Jika kita asumsikan bahwa dari hasil bekerja dia mendapatkan income per bulannya sebesar 600 euro, maka angka ini bisa di gunakan sebagai komponen pengurang terhadap biaya total diatas.

Jika biaya total yang diperlukan adalah Rp 552.182.000, namun kemudian si mahasiswa bekerja dengan income 600 euro perbulan, maka terdapat pengurangan biaya sebesar 600 euro x 42 Bulan = Rp418.320.000. sehingga biaya total menjadi Rp 552.182.000 – Rp418.320.000= Rp133.862.000. sekali lagi… adakah kuliah di luar negeri selain di Jerman sampai lulus S1 dengan kualitas pendidikan yang sangat bagus dengan biaya hanya +/- 133.8 juta saja??

Ok,.. Sekarang, sekali lagi mari kita bandingkan biaya kuliah di Jerman dengan biaya kuliah tehnik di Universitas Indonesia (UI).

Berdasarkan data dari web universitas Indonesia berikut ini http://www.ui.ac.id/wp-content/uploads/dlm_uploads/2018/04/FT-SK-007-Tahun-2018.pdf dapat dilihat bahwa biaya pendidikan untuk 2018 – 2019 adalah Rp 20.000.000. dan biaya administrasi sebesar Rp 20.000.000

Jika kita samakan komponen biayanya seperti diatas, maka kita akan dapatkan

  • Biaya pendidikan sebesar 20.000.000 euro x 8 Semester = Rp 160.000.000. lalu ditambahkan lagi dengan biaya administrasi sebesar Rp 20.000.000 menjadi Rp 180.000.000
  • Biaya hidup sebesar:
    • Rp 2.000.000 x 48 Bulan = Rp 96.000.000 (tempat tinggal)
    • Rp 1.500.000 x 48 bulan = Rp 72.000.000 (Makan & Minum)
  • Biaya asuransi kesehatan tidak termasuk. Sehingga biaya kesehatan ini sangat mungkin akan tinggi sekali jika si mahasiswa sakit dan perlu di rawat.
  • Biaya iuran radio dan TV tidak termasuk.
  • Biaya internet dan telekomunikasi 24 hours dengan un-limited quote +/- Rp 500.000 x 48 bulan = Rp24.000.000
  • Biaya Transportasi sangat bergantung dari lokasi dan jarak kampus dengan tempat tinggal. Bagi yang tinggal jauh mungkin memerlukan biaya transportasi antara 300.000 sd 500.000 untuk bensin per minggu atau 2 juta sebulan

Total : Rp 420.000.000 (tidak termasuk biaya perawatan kesehatan)

Sangat jarang sekali seorang mahasiswa di sebuah PTN di Indonesia dapat menjalani studi nya sambil bekerja. Hal ini sangat jauh berbeda kondisi nya dengan mahasiswa Jerman yang hampir setiap dari mereka pasti bekerja. Seandainya ada mahasiswa di PTN Indonesia yang bekerja, maka jumlahnya pun sangat sedikit, dan selain itu income yang dia peroleh dari hasil kerjanya, tidak akan pernah mungkin cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kuliah nya. Sehingga dengan demikian tidak ada factor pengurang dari biaya Rp 420.000.000 tersebut. Bahkan biaya ini bisa membengkak berkali kali lipat jika ternyata si mahasiswa jatuh sakit hingga perlu perawatan di rumah sakit.

Demikian sekilas pembahasan terkait rendah nya biaya studi di salah satu Universitas terbaik di Jerman dan perbandingannya dengan biaya kuliah di salah satu PTN unggulan di Indonesia. Semoga para pembaca dapat dengan cerdas mencermati semua informasi dalam tulisan ini.

Penulis adalah Alumni TU Berlin tahun 2003. Pada fakultas Verkehrs- und Maschinensysteme jurusan Global Produktion Engineering, dan sejak 2012 telah membimbing hampir 97 mahasiswa Indonesia untuk meneruskan studinya di seluruh PTN Jerman

Leave a Reply

Close Menu