Perbandingan Biaya Kuliah Universitas Negeri di Dalam Negeri dan di Jerman

20 Juta rupiah per semester untuk kuliah di ITB !!!! Di Technische Universität Berlin (TUB) hanya 1,8 juta rupiah saja per semester !!!! 

Tulisan di Harian kompas.com yang diterbitkan pada tanggal 06/07/2018 cukup membuat kami, para alumni Jerman di LAE terkejut. Bagaimana tidak terkejut ?!… Institute Technology Bandung (ITB) yang digadang gadang sebagai salah satu kampus elite kelas atas yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri, ternyata membebankan para mahasiswanya 12,5 sd 20 juta rupiah / semester. Ini artinya, jika seorang mahasiswa memerlukan waktu 4 tahun untuk menyelesaikan jenjang S1 nya, maka ia harus siap dengan dana antara 75 sd 160 juta rupiah !!… wuih… mahal banget!!! …. ngk percaya? silahkan cek sendiri di https://today.line.me/id/pc/article/Intip+Biaya+Kuliah+3+Institut+di+Indonesia-PL1EZM

Sekarang, pernah ngk terlintas dibenak bahwa ternyata kuliah di Technische Universität Berlin, apapun jurusan studinya, hanya Rp 1.8 juta saja per semesternya !!! Mau tau? Silahkan simak paparan dibawah ini

Kok bisa sih hanya 1.8 juta rupiah per semester? Kenapa tidak bisa?….. biaya kuliah murah ini bisa terjadi karena pemerintah Jerman mensubsidi penuh seluruh biaya studi bagi setiap mahasiswanya.

Mari kita cek bersama kebenaran informasi ini.

Jika pada tulisan sebelum nya, kami telah membahas biaya kuliah di kota Freiberg dan kota Aachen, maka subjek kami kali ini adalah Berlin. Kota Berlin yang memiliki luas 891,8 km² adalah ibu kota Republik Federal Jerman sejak tahun 1994. Jika dibandingkan Jakarta yang memiliki luas sekitar 661,52 km², kota Berlin bisa dikatakan +/- 230 km² lebih luas. Hal ini boleh jadi dikarenakan keberadaan taman taman kota Berlin yang super luas. Sebut saja taman kota Tiergarten, Treptower Park, dan Görlitzer Park yang luas masing masing nya bisa minimal 5.17 km2. Selain sebuah kota, Berlin juga merupakan satu dari 16 negara bagian Jerman, yang berperan sebagai pusat kegiatan perpolitikan Uni Eropa, serta sebagai metropolitan tersibuk di Eropa. Kota ini juga dijadikan sebagai pusat lalu lintas kegiatan ekonomi, budaya, pendidikan, politik, dan science di Jerman.

Ok, sekarang marilah kita masuk ke website resmi dari TU Berlin, https://www.tu-berlin.de/?id=76323 maka kita akan mendapatkan tampilan aslinya berbahasa Jerman yang akan terlihat seperti ini

Pada laman tersebut dijelaskan rincian dari biaya kontribusi yang harus dibayar oleh setiap mahasiswa TU Berlin untuk tahun ajaran Winter Semester 2018/2019 dan Sommer Semerter 2018.

Sekarang marilah kita bahas setiap rincian komponen tersebut satu persatu.

Komponen pertama, „Verwaltungsgebühr“ (biaya administrasi) sebesar 50 Euro per semester atau +/- Rp  830.000 per Semester (kurs 1 Euro = Rp Rp 16.600)

Komponen kedua, „Beitrag zur Studierendenschaft” (kontribusi untuk badan senat mahasiswa) sebesar 9.10 Euro atau sekitar +/- Rp 151.060 per semester.

Komponen ketiga, „Beitrag zum Studentenwerk (kontribusi social untuk mahasiswa sesuai yang diatur oleh Social Contribution Regulation)“. sebesar 54.09 Euro/semester (+/- Rp831.494 rupiah / semester)

Komponen keempat adalah: „Beitrag zum Semesterticket“ atau kontribusi mahasiswa untuk biaya transportasi dalam kota Berlin sebesar 193.80 Euro per semester atau +/- Rp 3.217,080/semester atau hanya Rp 536.180/bulannya. Dengan luas wilayah yang cukup besar, bahkan lebih besar dari Jakarta, maka seorang mahasiswa yang berstudi dikota Berlin terkadang memerlukan jasa transportasi public untuk mempermudah mobilitasnya. Adakalanya untuk menekan biaya tempat tinggal, si mahasiswa memilih tempat tinggalnya dipinggiran kota Berlin yang lebih tenang jauh dari hiruk pikuk kota besar dan juga relative berharga sewa lebih murah. Namun sebagai konsekwensinya, si mahasiswa harus menggunakan jasa transportasi public untuk menuju kampusnya. Dengan membayar 193.80 per semesternya, maka seorang mahasiswa memiliki hak penuh untuk menggunakan seluruh moda transportasi public yang ada di Berlin, baik itu berupa bis, U-Bahn, S-Bahn, Tram maupun Ferry selama 1 semester (6 Bulan) 24 jam non stop. Biaya semester tiket ini sifatnya optional saja. Bagi mereka yang merasa tidak memerlukannya, maka tidak ada kewajiban untuk membayar biaya ini.

Komponen Kelima, „Beitrag zum Sozialfonds zum Semesterticket”  (Kontribusi Dana Sosial untuk tiket semester). Biaya ini telah dibatalkan/dihapuskan (Entfällt für SS 2018 und für WS 2018/2019) berdasarkan Statuta Dana Sosial i.V.m. paragraf 18a bagian (5) BerlHG.

Dengan demikian, sebagai kesimpulan, bagi mahasiswa yang memerlukan biaya transportasi, ia akan dikenakan biaya total 306.99 Euro/Semester atau +/- Rp 5.096.034 / Semester.

Dan bagi mereka yang tidak memerlukan biaya transportasi, makai a cukup membayar 113.19 Euro saja / semester nya, atau hanya Rp 1.878.954 saja per semesternya

Pertanyaan nya adalah: Adakah kuliah di Universitas Negeri peringkat 144 terbaik dunia pada seluruh jurusan studinya dengan biaya hanya 1.8 juta rupiah saja per semesternya ???!! (sumber: https://www.topuniversities.com/university-rankings/world-university-rankings/2018)

Apa yang kami jelaskan diatas adalah seluruh komponen biaya yang ada kaitannya dengan studi dan transportasi. Jika kita tambahkan komponen biaya hidup di Berlin bagi seorang mahasiswa, maka berikut ini penjelasannya:

Terlihat biaya sewa kamar dengan luas 24 m2  untuk satu orang adalah 325 euro / bulan atau sekitar 5.395.000 rupiah / bulan. Cukup tinggi memang, karena biasanya kamar yang ditawarkan oleh pihak universitas berada dekat atau malah berada di dalam lingkungan kampus. Sehingga si mahasiswa tidak memerlukan lagi biaya transportsasi. Namun jika di kehendaki untuk tinggal di pinggiran kota Berlin, maka harga sewa yang timbul bisa hanya 170 euro (Rp2.822.000) per bulannya untuk kamar seluas 18m2 (sumber: https://www.wg-gesucht.de/wg-zimmer-in-Berlin-Neukoelln.6696070.html) atau 150 euro (Rp2.490.000) per bulannya untuk kamar seluas 20m2 18m2 (sumber: https://www.wg-gesucht.de/wg-zimmer-in-Berlin-Mitte.6657577.html# )

  • Biaya untuk kebutuhan Makan dan Minum. Berdasarkan pengalaman penulis yang juga sebagai alumni TU Berlin, untuk makan minum normal seorang mahasiswa di Berlin diperlukan dana perbulannya sekitar 100 sd 150 euro atau sekitar Rp 1.660.000 sd Rp2.490.000 per bulannya.
  • Biaya Asuransi kesehatan all-in sebesar 80 euro per bulan atau sekitar Rp 1.328.000 / bln.
  • Biaya Alat tulis sebesar max 30 euro / semester atau sekitar Rp 498.000

Jika masa studi rata rata dari jurusan studi di TU Berlin adalah 3,5 tahun atau 7 semester, maka, total keseluruhan biaya dari kelima komponen diatas adalah sebesar:

  • Biaya sewa apartment Rp 395.000 x 42 bulan = +/-Rp 226.590.000.
  • Biaya hidup sebesar Rp 490.000 x 42 Bulan = +/-Rp 104.580.000
  • Biaya asuransi kesehatan +/- Rp1.328.000 x 42 bulan = +/-Rp 55.776.000
  • Biaya biaya kontribusi mahasiswa per semester nya +/-Rp 878.954 x 7 semester = +/Rp 13.152.678
  • Biaya keperluan alat tulis +/- Rp Rp 498.000 x 7 = +/-Rp 486.000

Total : Rp 403.584.000 (bagi mahasiswa yang tidak memerlukan biaya tranportasi) atau

Total : Rp 426.104.238 (bagi mahasiswa yang memerlukan biaya transportasi)

Sama hal nya dengan mahasiswa di Freiberg maupun Aachen, Setiap mahasiswa di sebuah PTN Jerman diperbolehkan atau bahkan diharuskan untuk bekerja di seluruh area kerja yang ada di Jerman. Mereka bisa bekerja pada sector informal maupun formal dgn jam kerja yang bervariasi antara 10 sampai dengan masimal 30 jam kerja per minggu nya. Dengan bekerja, seorang mahasiswa di Jerman bisa berpenghasilan antara 600 sampai 1500 euro perbulan nya, tergantung di mana dia bekerja dan apa bentuk pekerjaan nya.

Jika kita asumsikan bahwa dari hasil bekerja dia mendapatkan income per bulannya sebesar 600 euro, maka angka ini bisa di gunakan sebagai komponen pengurang terhadap biaya total diatas.

Jika biaya total yang diperlukan adalah Rp 426.104.238, namun kemudian si mahasiswa bekerja dengan income 600 euro perbulan, maka terdapat pengurangan biaya sebesar 600 euro x 42 Bulan = Rp418.320.000. sehingga biaya total menjadi Rp 426.104.238 – Rp418.320.000= Rp7.784.238. sekali lagi… adakah kuliah di luar negeri, di sebuah universitas peringkat 144 dunia, selain di Jerman sampai lulus S1 dengan kualitas pendidikan yang sangat bagus dengan biaya hanya +/- 8 juta saja??

Ok,.. Sekarang, sekali lagi mari kita bandingkan biaya kuliah di Jerman dengan biaya kuliah tehnik di ITB Bandung (peringkat 331 dunia, sumber: https://www.topuniversities.com/university-rankings/world-university-rankings/2018 )

Berdasarkan data dari web ITB Bandung berikut ini http://usm.itb.ac.id/wp/?page_id=77 dapat dilihat Uang Kuliah Tunggal (UKT) di ITB (non SBM) untuk 2018 – 2019 (tanpa subsidi) adalah antara Rp 12.500.000 sampai Rp 20.000.000 per semester nya. Penulis tidak mengetahui apakah diluar biaya tersebut, para mahasiswa baru juga akan dikenakan biaya biaya lain seperti biaya administrasi dll.

Jika kita samakan komponen biayanya seperti diatas, maka kita akan dapatkan

  • Biaya pendidikan sebesar 20.000.000 euro x 8 Semester = Rp 160.000.000. lalu ditambahkan lagi dengan biaya administrasi sebesar Rp 20.000.000 menjadi Rp 180.000.000
  • Biaya hidup sebesar:
    • Rp 2.000.000 x 48 Bulan = Rp 96.000.000 (tempat tinggal)
    • Rp 1.500.000 x 48 bulan = Rp 72.000.000 (Makan & Minum)
  • Biaya asuransi kesehatan tidak termasuk. Sehingga biaya kesehatan ini sangat mungkin akan tinggi sekali jika si mahasiswa sakit dan perlu di rawat.
  • Biaya iuran radio dan TV tidak termasuk.
  • Biaya internet dan telekomunikasi 24 hours dengan un-limited quote +/- Rp 500.000 x 48 bulan = Rp24.000.000
  • Biaya Transportasi sangat bergantung dari lokasi dan jarak kampus dengan tempat tinggal. Bagi yang tinggal jauh mungkin memerlukan biaya transportasi antara 300.000 sd 500.000 untuk bensin per minggu atau 2 juta sebulan

Total : Rp 420.000.000 (tidak termasuk biaya perawatan kesehatan dan tidak juga termasuk biaya transportasi keseluruh sudut kota Jakarta selama studi)

Sangat jarang sekali seorang mahasiswa di sebuah PTN di Indonesia dapat menjalani studi nya sambil bekerja. Hal ini sangat jauh berbeda kondisi nya dengan mahasiswa Jerman yang hampir setiap dari mereka pasti bekerja. Seandainya ada mahasiswa di PTN Indonesia yang bekerja, maka jumlahnya pun sangat sedikit, dan selain itu income yang dia peroleh dari hasil kerjanya, tidak akan pernah mungkin cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kuliah nya. Sehingga dengan demikian tidak ada factor pengurang dari biaya Rp 420.000.000 tersebut. Bahkan biaya ini bisa membengkak berkali kali lipat jika ternyata si mahasiswa jatuh sakit hingga perlu perawatan di rumah sakit.

Demikian sekilas pembahasan terkait rendah nya biaya studi di salah satu Universitas terbaik di Jerman dan perbandingannya dengan biaya kuliah di salah satu PTN unggulan di Indonesia. Semoga para pembaca dapat dengan cerdas mencermati semua informasi dan maksud dalam tulisan ini.

Tulisan ini hanya difokuskan pada perbandingan pembiayaan antara kuliah di PTN Jerman dengan kuliah di PTN Indonesia. Aspek lainnya diluar biaya, seperti tingkat kesulitan akademik yang jelas berbeda dan aspek lainnya tidak menjadi pembahasan dalam tulisan ini. Tulisan ini juga hanya bertujuan untuk membuka wawasan pembacanya terkait dengan anggapan bahwa kuliah di Luar Negeri itu selalu identik dengan biaya yang sangat mahal. Dengan fakta yang telah dipaparkan diatas, ternyata hal tersebut tidak berlaku untuk negara Jerman. Kuliah di PTN Jerman justru terbukti jauh lebih murah jika dibandingkan dengan kuliah didalam negeri. Dengan qualitas lulusan yang sangat bagus, baik dalam teori maupun pengalaman kerja, terbukti bahwa lulusan PTN Jerman sangat jarang sekali menganggur setelah mereka merampungkan jenjang S2 nya.

Semoga tulisan ini bermanfaat sebagai pembuka wawasan bagi para pembacanya.

 

 

Penulis adalah Alumni TU Berlin tahun 2003. Pada fakultas Verkehrs- und Maschinensysteme jurusan studi Global Produktion Engineering, dan sejak 2012 telah membimbing hampir 97 mahasiswa Indonesia untuk meneruskan studinya di seluruh PTN Jerman.

Leave a Reply

Close Menu