Kuliah di TU München Jerman Hanya Dengan Rp 2,1juta Per Semester

Ternyata kuliah di Technische Universität München hanya Rp 2,1 juta saja per semesternya!! Biaya kuliah murah ini bisa terjadi karena pemerintah Jerman mensubsidi penuh seluruh biaya studi bagi setiap mahasiswanya. Mari kita cek dibawah ini!

Jika pada tulisan sebelum nya, kami telah membahas biaya kuliah di kota Freiberg, Aachen dan Berlin, maka subjek kami kali ini adalah München. Sebuah kota besar yang terletak di negara bagian Bayern, salah satu negara bagian terkaya di Republik Federal Jerman. Kota München yang berdiri sejak 1158 M, memiliki luas 310,7 km2 dengan ketinggian 519 meter diatas permukaan laut adalah ibu kota negara bagian Bayern.

Di Kota ketiga terbesar di jerman setelah Berlin dan Hamburg ini menjadi pusat dari beberapa perusahaan besar Jerman seperti BMW, Siemens, MAN, Linde, dan Allianz.  München juga menjadi tuan rumah bagi 2 universitas tertua di Jerman, Ludwig Maximilian University of Munich (LMU), yang didirkan pada tahun 1472 di Ingolstadt, yang kemudian pindah ke München  pada tahun 1826 dan Technical University of Munich (TUM), yang didirikan pada tahun 1868. Terhitung sejak berdirinya, kedua universitas ini telah menelurkan 59 orang ilmuwan peraih nobel.

Ok baiklah, sekarang marilah kita masuk ke website resmi dari TU München, https://www.tum.de/studium/studienangebot/detail/bauingenieurwesen-bachelor-of-science-bsc/  maka kita akan mendapatkan tampilan aslinya berbahasa Jerman yang akan terlihat seperti ini

Pada laman tersebut dijelaskan rincian dari biaya kontribusi yang harus dibayar oleh setiap mahasiswa TUM untuk tahun ajaran Winter Semester 2018/2019 dan Sommer Semerter 2018 adalah hanya 129.40 Euro atau +/- Rp 2.148.040 (kurs euro = Rp 16.600).

Sekarang marilah kita bahas setiap rincian komponen tersebut satu persatu.

Dana kontribusi mahasiswa sebesar 129.40 € tersebut hanya diperuntukkan untuk 2 komponen pembiayaan saja

Komponen pertama, Biaya kontribusi untuk kegiatan studentenwerk sebesar 62 Euro per semester atau +/- Rp  1.029.200 per Semester (kurs 1 Euro = Rp Rp 16.600)

Komponen kedua, Biaya kontribusi untuk jawatan transportasi kota München (MVV) sebesar  67.40 € atau sekitar +/- Rp 1.118.840 per semester. Dengan membayar biaya ini, setiap mahasiswa TUM dapat menggunakan seluruh moda transportsasi di kota München secara terbatas.

Hanya kedua komponen biaya itulah yang dibayarkan oleh mahasiswa kepada pihak universitas. Sedangkan komponen biaya lain seperti tempat tinggal dll dibayarkan langsung kepada pihak terkait.

Komponen ketiga, Biaya sewa tempat tinggal. Biaya ini berkisar antara 186.50€ hingga 395€ perbulannya (atau sekitar +/- Rp 3.087.600  sampai Rp 6.557.000 (sumber: http://www.studentenwerk-muenchen.de/fileadmin/studentenwerk-muenchen/bereiche/wohnheime/00_dateien/Wartezeiten_Mietpreisliste.pdf )

Komponen keempat adalah biaya Food and Beverages, komunikasi dan Asuransi kesehatan sebesar 290€ per bulan atau sekitar Rp 4.814.000/bulannya.

Dengan demikian, sebagai kesimpulan, mahasiswa TUM hanya dibebankan biaya kontribusi sebesar Rp 2.148.040  atau hanya Rp 358.006 saja setiap bulannya. Jika masa studi di TUM adalah 7 semester, maka diperlukan dana hanya Rp 15.036.280 saja hingga lulus meraih gelar Bachelor dari sebuah universitas yang ada pada peringkat 64 dunia (sumber https://www.topuniversities.com/university-rankings/world-university-rankings/2018)

Sedangkan untuk keperluan hidup, seorang mahasiswa di München harus mengeluarkan dana sebesar 565€ atau sekitar Rp 9.379.000 per bulan atau selama 7 semester menjadi Rp 393.918.000

Sama hal nya dengan mahasiswa di Freiberg, Aachen maupun Berlin, Setiap mahasiswa di sebuah PTN Jerman diperbolehkan atau bahkan diharuskan untuk bekerja di seluruh area kerja yang ada di Jerman. Mereka bisa bekerja pada sector informal maupun formal dgn jam kerja yang bervariasi antara 10 sampai dengan masimal 30 jam kerja per minggu nya. Dengan bekerja, seorang mahasiswa di Jerman bisa berpenghasilan antara 600 sampai 1500 euro perbulan nya, tergantung di mana dia bekerja dan apa bentuk pekerjaan nya.

Jika kita asumsikan bahwa dari hasil bekerja dia mendapatkan income per bulannya sebesar 600 euro, maka angka ini bisa di gunakan sebagai komponen pengurang terhadap biaya total diatas.

Jika biaya total yang diperlukan adalah Rp 393.918.000, namun kemudian si mahasiswa bekerja dengan income 600 euro perbulan, maka terdapat pengurangan biaya sebesar 600 euro x 42 Bulan = Rp418.320.000. sehingga biaya total menjadi Rp 393.918.000 – Rp418.320.000 = minus Rp24.402.000. atau dengan kata lain… si mahasiswa malah surplus dana sebesar Rp24.402.000 !! sekali lagi… adakah kuliah di luar negeri, di sebuah universitas peringkat 64 dunia, sampai lulus S1 dengan biaya bahkan surplus 24 juta ??

Ok,.. Sekarang, sekali lagi mari kita bandingkan biaya kuliah di Jerman dengan biaya kuliah tehnik di ITB Bandung (peringkat 331 dunia, sumber: https://www.topuniversities.com/university-rankings/world-university-rankings/2018 )

Berdasarkan data dari web ITB Bandung berikut ini http://usm.itb.ac.id/wp/?page_id=77 dapat dilihat Uang Kuliah Tunggal (UKT) di ITB (non SBM) untuk 2018 – 2019 (tanpa subsidi) adalah antara Rp 12.000.000 sampai Rp 20.000.000 per semester nya. Penulis tidak mengetahui apakah diluar biaya tersebut, para mahasiswa baru juga akan dikenakan biaya biaya lain seperti biaya administrasi dll.

Jika kita samakan komponen biayanya seperti diatas, maka kita akan dapatkan

  • Biaya pendidikan sebesar 20.000.000 euro x 8 Semester = Rp 160.000.000. lalu ditambahkan lagi dengan biaya administrasi sebesar Rp 20.000.000 menjadi Rp 180.000.000
  • Biaya hidup sebesar:
    • Rp 2.000.000 x 48 Bulan = Rp 96.000.000 (tempat tinggal)
    • Rp 1.500.000 x 48 bulan = Rp 72.000.000 (Makan & Minum)
  • Biaya asuransi kesehatan tidak termasuk. Sehingga biaya kesehatan ini sangat mungkin akan tinggi sekali jika si mahasiswa sakit dan perlu di rawat.
  • Biaya iuran radio dan TV tidak termasuk.
  • Biaya internet dan telekomunikasi 24 hours dengan un-limited quote +/- Rp 500.000 x 48 bulan = Rp24.000.000
  • Biaya Transportasi sangat bergantung dari lokasi dan jarak kampus dengan tempat tinggal. Bagi yang tinggal jauh mungkin memerlukan biaya transportasi antara 300.000 sd 500.000 untuk bensin per minggu atau 2 juta sebulan

Total : Rp 420.000.000 (tidak termasuk biaya perawatan kesehatan dan tidak juga termasuk biaya transportasi keseluruh sudut kota Jakarta selama studi)

Sangat jarang sekali seorang mahasiswa di sebuah PTN di Indonesia dapat menjalani studi nya sambil bekerja. Hal ini sangat jauh berbeda kondisi nya dengan mahasiswa Jerman yang hampir setiap dari mereka pasti bekerja. Seandainya ada mahasiswa di PTN Indonesia yang bekerja, maka jumlahnya pun sangat sedikit, dan selain itu income yang dia peroleh dari hasil kerjanya, tidak akan pernah mungkin cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kuliah nya. Sehingga dengan demikian tidak ada factor pengurang dari biaya Rp 420.000.000 tersebut. Bahkan biaya ini bisa membengkak berkali kali lipat jika ternyata si mahasiswa jatuh sakit hingga perlu perawatan di rumah sakit.

Demikian sekilas pembahasan terkait rendah nya biaya studi di salah satu Universitas terbaik di Jerman dan perbandingannya dengan biaya kuliah di salah satu PTN unggulan di Indonesia. Semoga para pembaca dapat dengan cerdas mencermati semua informasi dalam tulisan ini.

Penulis adalah Alumni TU Berlin tahun 2003. Pada fakultas Verkehrs- und Maschinensysteme jurusan studi Global Produktion Engineering, dan sejak 2012 telah membimbing hampir 97 mahasiswa Indonesia untuk meneruskan studinya di seluruh PTN Jerman.

Tulisan ini hanya difokuskan pada perbandingan pembiayaan antara kuliah di PTN Jerman dengan kuliah di PTN Indonesia. Aspek lainnya diluar biaya, seperti tingkat kesulitan akademik yang jelas berbeda dan aspek lainnya tidak menjadi pembahasan dalam tulisan ini

Leave a Reply

Close Menu